SEKOTONG – Sektor pertanian di wilayah ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat terus menunjukkan tren positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pada Selasa, 21 April 2026, Desa Sekotong Barat menjadi saksi keberhasilan panen raya komoditas jagung yang melimpah. Melalui pendampingan intensif dari aparat kepolisian setempat, para petani berhasil mengoptimalkan potensi lahan mereka hingga mencapai hasil produksi yang signifikan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mengawal stabilitas pangan di tingkat desa. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya terfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berperan aktif sebagai motivator dan pendamping bagi kelompok tani guna memastikan proses hulu hingga hilir pertanian berjalan tanpa kendala.
Sinergi Polsek Sekotong dalam Ketahanan Pangan
Upaya mendukung kesejahteraan petani ini ditegaskan oleh otoritas kepolisian setempat. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom, menyatakan bahwa pendampingan terhadap sektor pertanian adalah salah satu prioritas dalam menjaga roda ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kami terus mendorong personel di lapangan, khususnya para pendamping desa, untuk selalu hadir di tengah masyarakat petani. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan bahwa program ketahanan pangan pemerintah dapat terwujud dengan hasil yang maksimal,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan panen di Dusun Pandanan ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi yang baik antara petani dan pihak kepolisian dapat menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif. Menurutnya, Polri akan terus memantau perkembangan distribusi hasil panen agar petani mendapatkan nilai ekonomi yang layak.
Keberhasilan Panen Varietas NK Sumo di Lahan 3 Hektar
Dalam kegiatan panen yang berlangsung di Dusun Pandanan, Desa Sekotong Barat tersebut, Aiptu Komang Eka Sastrawan, SH., selaku Polisi Pendamping Desa, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemetikan hasil bumi milik Bapak Ahmad Azhari. Lahan seluas 3 hektar yang dikelola oleh Ahmad Azhari dan tergabung dalam Kelompok Tani Pandanan ini menunjukkan produktivitas yang luar biasa.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, varietas jagung yang ditanam adalah jenis NK Sumo. Varietas ini memang dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan mampu menghasilkan tongkol yang besar serta berisi. Dari total luas lahan tersebut, dihasilkan total panen mencapai 18 ton jagung kering panen. Angka ini mencerminkan keberhasilan teknis budidaya yang diterapkan oleh petani setempat di bawah pengawasan dan motivasi dari pendamping desa.
Aiptu Komang Eka Sastrawan menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara detail, termasuk mencatat titik koordinat lahan di posisi -8.739690, 115.976355 guna keperluan pemetaan potensi wilayah. Lokasi lahan yang strategis di wilayah Sekotong Barat memberikan keunggulan tersendiri dalam aksesibilitas, meski tantangan pasar masih menjadi perhatian utama bagi para petani.
Tantangan Pemasaran dan Harapan Petani
Meskipun hasil panen melimpah, tantangan berikutnya yang dihadapi oleh Kelompok Tani Pandanan adalah masalah pemasaran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pembeli skala besar atau pengepul tetap yang mengikat kontrak dengan pemilik lahan. Hal ini membuat para petani berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah atau pihak swasta untuk menyerap hasil panen mereka dengan harga yang kompetitif.
Ketersediaan stok jagung yang mencapai 18 ton dari satu pemilik lahan saja menunjukkan potensi besar Desa Sekotong Barat sebagai lumbung jagung di Lombok Barat. Oleh karena itu, kehadiran Polri melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara petani dengan pihak-pihak terkait agar rantai distribusi tidak merugikan produsen di tingkat bawah.
Kegiatan pendampingan ini diakhiri dengan pendokumentasian lahan dan hasil panen sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban program ketahanan pangan. Sinergi antara Polri dan masyarakat petani di Sekotong Barat diharapkan terus berlanjut, tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga pada sektor agrikultur lainnya guna memperkuat kemandirian ekonomi daerah di masa depan.











