Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKetahanan PanganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPertanianSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Pascaperesmian Bendungan Meninting, Babinsa Bergerak Pastikan Air Sampai ke Sawah

×

Pascaperesmian Bendungan Meninting, Babinsa Bergerak Pastikan Air Sampai ke Sawah

Sebarkan artikel ini

ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB – Semangat memperkuat ketahanan pangan pascaperesmian meninting/”>Bendungan Meninting oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai diwujudkan hingga ke tingkat desa. Salah satunya melalui aksi gotong royong yang dilakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Peteluan Indah, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Sertu Muhasim, bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Peteluan Indah Nurahman, S.H., perangkat desa, para petani, masyarakat/”>dan masyarakat membuka saluran irigasi menuju areal persawahan Subak Peteluan Indah di Desa Peteluan Indah, lingsar/”>Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (12/7/2026).

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan manfaat Bendungan Meninting benar-benar dirasakan para petani melalui kelancaran distribusi air ke lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, mendukung swasembada pangan, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

 

Bagi warga Peteluan Indah, kegiatan ini bukan sekadar membersihkan saluran air. Lebih dari itu, gotong royong tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menerjemahkan pembangunan infrastruktur nasional menjadi manfaat nyata bagi kehidupan petani. Dengan saluran irigasi yang berfungsi optimal, harapan akan musim tanam yang lebih baik dan hasil panen yang meningkat kini semakin terbuka.

 

Kegiatan gotong royong difokuskan pada pembukaan saluran irigasi baru agar pasokan air menuju areal persawahan Subak Peteluan Indah dapat mengalir lebih lancar. Keberadaan jaringan irigasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan musim tanam, terutama setelah beroperasinya Bendungan Meninting yang diharapkan menjadi penopang utama kebutuhan air pertanian di wilayah Lombok Barat, Mataram dan Lombok Tengah.

 

Meski bendungan telah tersedia sebagai sumber air, manfaatnya hanya dapat dirasakan secara optimal apabila didukung jaringan irigasi yang berfungsi hingga ke lahan pertanian. Oleh karena itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk memastikan infrastruktur pengairan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan.

 

Sertu Muhasim menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendampingi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian desa.

 

“Gotong royong seperti ini merupakan budaya yang harus terus dipertahankan. Dengan kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, saluran irigasi dapat berfungsi dengan baik sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi dan hasil panen diharapkan semakin optimal,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun demi kepentingan bersama.

 

Sementara itu, Sekretaris Desa Peteluan Indah, Nurahman, S.H., mengapresiasi peran aktif Babinsa yang selama ini selalu hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir dan memotivasi warga dalam setiap kegiatan. Semangat kebersamaan ini menjadi kekuatan untuk menjaga infrastruktur pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani,” ungkapnya.

 

Menurutnya, semangat gotong royong yang terus dipelihara menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun desa, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

 

Kegiatan ini juga menjadi cerminan semangat yang disampaikan Presiden Republik Indonesia saat meresmikan Bendungan Meninting, bahwa setiap pembangunan infrastruktur sumber daya air harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani. Air yang mengalir hingga ke sawah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketahanan pangan, dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

 

Melalui gotong royong ini, saluran irigasi diharapkan dapat berfungsi secara maksimal sehingga distribusi air menuju areal persawahan berlangsung lebih lancar. Lebih dari itu, kebersamaan yang terbangun antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh megahnya infrastruktur, tetapi juga oleh semangat persatuan dan kepedulian dalam menjaga serta memanfaatkannya demi kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *