ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>LOMBOK BARAT — Upaya menjaga stabilitas dan kemandirian pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Melalui aksi nyata di lapangan, Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian lokal. Petugas kepolisian secara aktif turun langsung ke area perkebunan untuk menyambangi warga yang tengah disibukkan dengan perawatan tanaman jagung. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses produksi pertanian berjalan tanpa hambatan.
Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah-tengah hamparan hijau perkebunan disambut hangat oleh para petani. Langkah persuasif ini diambil guna memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap konsisten dalam mengoptimalkan pemeliharaan komoditas jagung. Saat ini, tanaman pangan tersebut dilaporkan telah tumbuh dengan sangat baik, menunjukkan kondisi yang tinggi, lebat, dan subur. Fase krusial ini memerlukan perhatian ekstra dari para petani agar potensi hasil panen dapat terealisasi secara maksimal sesuai dengan target yang diharapkan.
Pentingnya Pengawasan Intensif Jelang Fase Generatif
Dalam dialog yang berlangsung hangat di area perkebunan pada Selasa (07/07/2026), petugas kepolisian dan petani membahas berbagai teknis perawatan tanaman. Komunikasi dua arah ini menekankan pada pentingnya pengawasan intensif terhadap potensi munculnya hama daun yang dapat merusak kualitas tanaman. Selain masalah hama, kebersihan lahan dari gulma atau rumput liar di sekitar perakaran juga menjadi poin penting yang dibahas, mengingat gulma dapat merebut nutrisi penting yang dibutuhkan oleh pohon jagung untuk berkembang.
Faktor lingkungan seperti sistem pengairan juga tidak luput dari perhatian. Petugas mengingatkan warga untuk selalu menjaga kestabilan drainase tanah, terutama saat tanaman mulai memasuki fase generatif. Pengaturan air yang baik sangat menentukan keberhasilan proses pengisian tongkol jagung. Jika drainase terjaga dengan optimal, maka tongkol jagung dapat terisi penuh dan menghasilkan bulir yang berkualitas tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai jual serta produktivitas lahan itu sendiri.
Komitmen Polsek Labuapi Dukung Program Ketahanan Pangan
Secara terpisah, pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan sambang petani ini merupakan bagian dari instruksi yang lebih luas untuk menyukseskan program pemerintah pusat. Sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama yang harus dijaga kekuatannya, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, kehadiran Polri di lapangan juga berfungsi sebagai jembatan informasi dan pendamping bagi masyarakat agraris.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., menyatakan bahwa pihak kepolisian akan terus berkomitmen mengawal setiap aktivitas warga yang berdampak positif pada hajat hidup orang banyak.
“Kami melalui fungsi Bhabinkamtibmas terus mendorong para petani untuk tetap semangat dan jeli melihat perkembangan tanaman mereka. Kehadiran anggota di lapangan adalah bentuk dukungan riil agar masyarakat merasa didampingi, sehingga program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah dapat benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya dari tingkat hulu hingga hilir,” ujar Ipda Selamet Riadi pada Selasa (07/07/2026).
Melalui sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan komunitas petani di Desa Karang Bongkot, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Lombok Barat dapat terus terjaga dengan stabil. Pendampingan yang konsisten seperti ini diharapkan mampu meminimalisir risiko gagal panen sekaligus memicu semangat para petani lokal untuk terus meningkatkan kapasitas produksi mereka di masa-masa yang akan datang.











