ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB – Di tengah upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah, pembangunan infrastruktur irigasi terus menjadi perhatian bersama. Salah satunya terlihat di Dusun Bagek Nunggal Barat, Desa Peteluan Indah, lingsar/”>Kecamatan Lingsar, ketika Bintara Pembina Desa (Babinsa) Peteluan Indah, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, Serda Muhasim, turun langsung memantau kegiatan pentaludan saluran irigasi tersier, Minggu (14/6/2026).
Bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian, keberadaan saluran irigasi bukan sekadar fasilitas penunjang. Irigasi merupakan urat nadi yang menentukan kelancaran aliran air menuju lahan persawahan. Karena itu, pembangunan talud pada saluran irigasi tersier menjadi harapan baru bagi para petani agar distribusi air dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Kawal Pembangunan Infrastruktur Pertanian
Kegiatan pentaludan dilakukan pada saluran irigasi tersier sepanjang ±200 meter dengan tinggi talud mencapai ±1,20 meter. Program tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat.
Dalam pelaksanaannya, Serda Muhasim tidak hanya melakukan monitoring terhadap progres pekerjaan. Ia juga aktif memberikan motivasi kepada kelompok tani dan masyarakat agar tetap menjaga semangat kebersamaan serta gotong royong dalam mendukung pembangunan desa.
Menurutnya, keberadaan talud irigasi memiliki peran penting untuk mengurangi risiko kebocoran saluran sehingga pasokan air ke area pertanian dapat lebih optimal.
“Saluran irigasi yang baik sangat penting untuk menunjang kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Dengan adanya pentaludan ini diharapkan dapat mengurangi kebocoran saluran serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat,” ujar Serda Muhasim.
Harapan Besar di Balik Aliran Air
Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Mekar Sari I, H. Sahdan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang secara aktif mendampingi kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan dorongan moral sekaligus memperkuat semangat petani dalam menyukseskan pembangunan sarana irigasi.
Ia menilai pembangunan talud ini akan memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan usaha pertanian masyarakat. Distribusi air yang lebih merata diharapkan mampu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman dan hasil panen pada musim mendatang.
“Kami berharap dengan terbangunnya talud saluran irigasi tersier ini, distribusi air ke area persawahan dapat berjalan lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani,” ungkap H. Sahdan.
Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Kegiatan monitoring berlangsung aman, tertib, lancar/”>dan lancar. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi gambaran nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
pendampingan-yang-dilakukan-babinsa/”>Melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa, pembangunan infrastruktur pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kemajuan desa. Ketika saluran irigasi mengalir lancar, harapan para petani pun ikut mengalir menuju masa depan yang lebih sejahtera.











