ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>LOMBOK BARAT — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan melalui kegiatan patroli sore. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, terutama setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Patroli intensif ini dilaksanakan pada Jumat (12/06/2026) mulai pukul 16.30 WITA hingga selesai. Personel yang dikerahkan menyisir area-area strategis yang menjadi pusat mobilitas masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Jalur Pemda, Bundaran Penas, dan Jalur Imam Bonjol Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini difokuskan pada pemantauan arus, penanganan dampak cuaca, serta pencegahan potensi tindak kriminalitas jalanan.
Respons Cepat Pohon Tumbang Melalui Patroli Sore
Pelaksanaan patroli sore ini melibatkan personel Unit Turjawali yang tengah piket di Pos GMS dan Pos Rumak. Selain memantau pergerakan kendaraan yang mulai padat menjelang akhir pekan, petugas di lapangan juga sigap merespons dampak dari guyuran hujan lebat. Hujan tersebut sempat melanda wilayah Lombok Barat dan sekitarnya. Hujan deras itu mengakibatkan pohon tumbang di jalur utama. Kondisi ini berpotensi memicu kemacetan panjang hingga kecelakaan lalu lintas.
Melihat kondisi tersebut, personel Satlantas Polres Lombok Barat langsung turun ke jalan untuk melakukan pengaturan lalu lintas (gatur lalin). Petugas mengarahkan para pengendara dengan cermat sembari proses evakuasi material pohon dilakukan agar tidak mengganggu badan jalan. Di sela-sela pengaturan tersebut, personel juga aktif memberikan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan. Mereka diminta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tertib berlalu lintas, terutama saat berkendara dalam kondisi jalan yang basah dan licin.
Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan 3C
Tidak hanya fokus pada kelancaran arus kendaraan dan penanggulangan dampak cuaca, agenda patroli sore ini juga didesain sebagai langkah preventif. Upaya ini dilakukan dalam rangka menekan angka kriminalitas. Kehadiran polisi di jalanan secara visual (blue light patrol) bertujuan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan. Langkah ini termasuk mengantisipasi terjadinya aksi balap liar yang kerap dikeluhkan masyarakat pada waktu menjelang petang.
Selain itu, kegiatan pengawasan ini juga menyasar pada pencegahan tindak pidana 3C. Pelanggaran tersebut yaitu Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Petugas juga mengawasi bentuk gangguan keamanan lainnya di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan satu hal penting. Beliau menyatakan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan komitmen nyata kepolisian dalam memberikan pelayanan dan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami dari jajaran Satlantas Polres Lombok Barat terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan. Melalui Unit Turjawali, kami tidak hanya memastikan arus lalu lintas tetap mengalir dengan aman pasca adanya pohon tumbang akibat hujan lebat. Namun, kami juga berkomitmen penuh untuk mencegah aksi-aksi yang mengganggu ketertiban umum seperti balap liar dan potensi kriminalitas 3C,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya dalam keterangannya.
Berkat kesigapan petugas di lapangan dalam mengurai kepadatan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan optimal. Petugas juga sukses menangani hambatan di jalur-jalur utama tersebut. Hingga agenda patroli sore berakhir, situasi arus lalu lintas di kawasan Jalur Pemda, Bundaran Penas, dan Jalur Imam Bonjol Gerung terpantau aman. Kondisi di lapangan berjalan dengan tertib lancar/”>dan lancar tanpa adanya kendala berarti.











