Kemeriahan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah begitu terasa di Kabupaten ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat. Masyarakat tumpah ruah merayakan hari besar umat Islam ini dengan penuh suka cita. Salah satu pusat keramaian berada di Desa Banyumulek, kediri/”>Kecamatan Kediri, yang menggelar acara Pawai Takbiran megah dengan mengusung tema “Menghidupkan Semangat Takbiran dan Kurban di Tengah Masyarakat”. Kegiatan yang sarat akan nilai-nilai religius dan kebersamaan ini berhasil menyedot perhatian ratusan warga setempat yang memadati sepanjang rute jalan yang dilalui peserta.
Pawai takbiran yang dimulai sejak pagi hari ini merupakan bentuk ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam dari warga Muslim di Kecamatan Kediri. Selain sebagai syiar Islam, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga setelah setahun penuh disibukkan dengan aktivitas sehari-hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, antusiasme peserta terlihat dari kreativitas atribut dan miniatur yang mereka bawa sepanjang jalan.
Sinergi Pemuda dan Enam Kafilah Desa Banyumulek
Kegiatan religius yang berlangsung meriah ini diinisiasi dan dipertanggungjawabkan sepenuhnya oleh Panitia Pengurus Remaja Masjid Kembar Menara Tunggal Desa Banyumulek. Kerja keras para pemuda masjid ini membuahkan hasil dengan keterlibatan aktif dari warga sekitar. Tidak kurang dari enam kafilah besar ikut ambil bagian menjadi pelaksana utama dalam iring-iringan pawai kali ini.
Adapun keenam kafilah yang menampilkan performa terbaik mereka antara lain adalah Yayasan Wadah, SDIT Insan Taqwa, Ma’had Love Tahfiz Nuril Ilmi, Pesantren Ma’rifatul Falah, Remaja Banyumulek Timur, dan Yayasan Ponpes An-Nur Abhari. Masing-masing kafilah mengumandangkan gema takbir dengan khidmat sembari menampilkan kreativitas yang merepresentasikan semangat berkurban serta kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat modern.
Rute Strategis dan Pengamanan Ketat Kepolisian
Rute yang ditempuh oleh para peserta pawai takbiran ini memanfaatkan jalur utama Desa Banyumulek. Titik start dimulai dari Simpang Empat Masjid Kembar Menara Tunggal, kemudian rombongan bergerak dengan tertib menuju ke arah timur. Sesampainya di terowongan BIL Banyumulek, seluruh kafilah melakukan balik kanan menuju ke arah barat untuk kembali dan menyelesaikan pawai di titik finish yang berada di Simpang Empat Masjid Kembar Menara Tunggal. Karena menggunakan jalan umum, kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di beberapa titik krusial, namun situasi secara umum tetap dapat dikendalikan dengan baik.
Untuk memastikan kelancaran dan mencegah terjadinya gangguan keamanan, aparat kepolisian dari Polsek Kediri dikerahkan secara penuh ke lokasi acara. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kediri, AKP Iwan Purwanto, memberikan konfirmasi mengenai jalannya pengamanan. Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh rangkaian acara mendapat atensi penuh demi kenyamanan masyarakat.
“Kami memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H di Desa Banyumulek ini mendapatkan pengawalan dan pengamanan yang maksimal. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk menjamin bahwa ekspresi keagamaan masyarakat dapat berlangsung dengan khusyuk tanpa adanya gangguan kamtibmas,” ujar AKP Iwan Purwanto.
Selama kegiatan berlangsung, pengawalan ketat dilakukan menggunakan Mobil Sedan 01 Polsek Kediri. Pengamanan di sepanjang rute juga diperkuat oleh personel anggota jaga Polsek Kediri bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Banyumulek. Seluruh pergerakan personel di lapangan dipimpin langsung oleh Ka SPKT I Polsek Kediri, yang secara sigap mengatur arus lalu lintas di persimpangan jalan agar tidak terjadi kemacetan total.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat ini akhirnya resmi berakhir pada malam hari pukul 22.20 WITA. Berkat koordinasi yang solid antara kepolisian, panitia remaja masjid, dan kesadaran tinggi dari seluruh warga, situasi arus lalu lintas yang awalnya padat dapat terurai dengan lancar. Hingga akhir acara, tidak ditemukan adanya gesekan maupun gangguan ketertiban/”>keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga seluruh rangkaian kegiatan pawai takbiran dinyatakan berjalan dengan aman, tertib, serta kondusif.











