ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali terlihat di tengah masyarakat Dusun Mendagi, Desa Beleka, Kecamatan Gerung. Di bawah terik matahari pagi, warga bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) Beleka, Komando Rayon Mikiter (Koramil) 1606-04/Gerung, Serda Lalu Suparman, bergotong royong melaksanakan pengecoran lantai dua Masjid Jamiq Yahya, Selasa (26/5/2026).
Suasana penuh keakraban tampak mewarnai proses pembangunan rumah ibadah tersebut. Warga dari berbagai kalangan hadir membawa tenaga dan semangat. Ada yang mengangkat pasir dan semen, sebagian lainnya membantu proses pengadukan hingga pengecoran lantai dua masjid. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi energi tambahan yang memupuk semangat gotong royong.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan masjid, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Terlebih menjelang Idul Adha, pembangunan fasilitas ibadah menjadi harapan bersama agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Serda Lalu Suparman mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang selama ini terus dijalankan TNI di wilayah binaan.
“Gotong royong adalah budaya yang harus terus dijaga. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga pembangunan masjid ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, terutama menjelang Idul Adha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Mendagi, Ridho Pratama, menyampaikan rasa terima kasih kepada Babinsa yang dinilai selalu hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah warga memberikan motivasi tersendiri dalam menyelesaikan pembangunan masjid.
“Kami merasa sangat terbantu. Pak Babinsa bukan hanya hadir memantau, tetapi ikut bekerja bersama warga. Ini menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan mampu mempercepat pekerjaan berat menjadi ringan,” katanya.
Pembangunan lantai dua Masjid Jamiq Yahya diharapkan segera rampung sehingga mampu menampung lebih banyak jamaah, khususnya saat pelaksanaan salat Idul Adha dan kegiatan keagamaan lainnya. Di tengah perkembangan zaman, nilai gotong royong yang tetap hidup di masyarakat Dusun Mendagi menjadi gambaran kuat bahwa solidaritas sosial masih terjaga dengan baik.
Tawa dan semangat warga yang saling membantu menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu soal material, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan kepedulian antarsesama.











