ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB – Kawasan wisata Senggigi di Kabupaten Lombok Barat tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Guna memastikan kenyamanan dan keamanan di sepanjang garis pantai, Satuan Polairud Polres Lombok Barat secara konsisten melakukan pengamanan dan pemantauan wilayah. Langkah preventif ini bertujuan untuk menjaga Situasi ketertiban/”>Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) agar tetap kondusif di tengah aktivitas masyarakat yang dinamis.
Pada Rabu, 29 April 2026, personel piket Pos Polairud Senggigi terpantau melakukan berbagai kegiatan rutin yang berfokus pada preemtif dan preventif. Kehadiran petugas di tengah masyarakat pesisir tidak hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para pengunjung yang sedang menikmati keindahan pantai di wilayah hukum Polres Lombok Barat.
Edukasi Kebersihan dan Keselamatan bagi Pengunjung Pantai
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini menitikberatkan pada interaksi langsung dengan masyarakat melalui program Pemolisian Masyarakat (Polmas). Anggota piket menyisir area bibir pantai untuk berdialog dengan pedagang setempat dan para pengunjung. Fokus utama dari dialog ini adalah menjaga kelestarian lingkungan pantai dengan mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan wisata. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan berdampak positif pada citra pariwisata Lombok Barat secara keseluruhan.
“Kami terus mendorong para pengunjung dan pedagang di sekitar Pos Polairud Senggigi untuk memiliki tanggung jawab bersama terhadap kebersihan. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh petugas kebersihan adalah langkah sederhana namun krusial untuk menjaga estetika dan kesehatan lingkungan pantai kita,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangannya.
Selain masalah kebersihan, keselamatan pengunjung saat beraktivitas di air juga menjadi prioritas utama. Mengingat kondisi cuaca dan arus laut yang dapat berubah sewaktu-waktu, petugas memberikan peringatan khusus kepada para orang tua agar lebih ekstra dalam mengawasi anak-anak mereka.
“Kami mengimbau kepada orang tua untuk tidak lengah saat anak-anak mereka mandi atau sekadar bermain di pinggir pantai. Kewaspadaan harus tetap dijaga demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat aktivitas di perairan memiliki risiko tersendiri jika tidak terpantau dengan baik,” tambah AKP L. Nursidi.
Patroli Dialogis Guna Antisipasi Gangguan Keamanan 3C
Selain memberikan imbauan secara lisan, personel Sat Polairud juga melaksanakan patroli rutin di seputaran area dermaga dan titik-titik keramaian di sekitar Pos Senggigi. Patroli ini dirancang untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor).
Petugas memantau pergerakan di dermaga yang menjadi titik vital transportasi laut dan aktivitas ekonomi. Dengan kehadiran fisik anggota Polri di lapangan, diharapkan niat pelaku kejahatan dapat diredam. Hingga laporan ini diturunkan, pengamanan garis pantai dilaporkan berjalan aman terkendali tanpa ada gangguan yang menonjol. Sat Polairud memastikan bahwa seluruh fasilitas publik di sepanjang pesisir terpantau dengan baik melalui koordinasi intensif antar personel.
Stabilitas Wilayah Perairan: Nihil Tindak Kriminalitas dan Kecelakaan Laut
Berdasarkan data Sitkamtibmas per Rabu, 29 April 2026, wilayah perairan Senggigi dilaporkan dalam keadaan sangat stabil. Tidak ada catatan mengenai kecelakaan laut (laka laut) maupun praktik-praktik ilegal yang merugikan negara dan lingkungan. Pihak kepolisian melaporkan nihil kejadian terkait illegal fishing, penyelundupan manusia (people smuggling), pertambangan ilegal (illegal mining), hingga penggunaan bahan peledak atau bom ikan.
Keberhasilan dalam menjaga angka nol pada tindak pidana perairan ini merupakan hasil dari pengawasan yang ketat dan hubungan baik antara polisi dengan komunitas nelayan setempat. Kesadaran masyarakat perairan untuk tidak menggunakan cara-cara instan yang merusak ekosistem laut menjadi salah satu kunci utama terjaganya kelestarian sumber daya laut di Lombok Barat.
Sebagai bagian dari standar operasional prosedur (SOP) harian, anggota Pos Airud Senggigi juga melakukan pengecekan rutin terhadap alutsista. Kapal Patroli dengan nomor lambung XXI – 1008 yang bersandar di dermaga diperiksa secara berkala untuk memastikan kesiapan operasional jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk tindakan darurat atau pengejaran di laut. Saat pengecekan, kapal dilaporkan dalam kondisi baik dan terikat aman di mooringnya.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang prima di wilayah pesisir, memastikan bahwa Senggigi tetap menjadi destinasi wisata yang aman, bersih, dan nyaman bagi setiap pengunjung.











