ntb.ceria.web.id/tag/lembar/”>LEMBAR – Aktivitas pengiriman hewan ternak melalui gerbang laut Pulau Lombok terus menunjukkan tren yang stabil di tengah pengawasan ketat aparat kepolisian. Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan situasi antrean truk pengangkut sapi yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa, khususnya melalui Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan ASDP Lembar.
Berdasarkan pantauan terkini pada Selasa (21/4/2026), situasi di area kantong parkir atau Ready to Kam (RTK) terpantau kondusif meski terdapat puluhan armada yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kapal. Langkah pemantauan ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus logistik serta mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu akses lalu lintas di sekitar kawasan pelabuhan.
Monitoring Intensif Situasi Antrean di Pelabuhan Lembar
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, memberikan keterangan resminya terkait perkembangan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian secara rutin melaksanakan pengecekan di dua titik utama, yakni RTK Pelabuhan PT ASDP Lembar dan RTK Gilimas PT Pelindo Lembar.
“Pada hari ini, tepatnya Selasa siang sekitar pukul 11.30 WITA, personel kami telah melaksanakan monitoring langsung untuk memantau perkembangan situasi antrean truk pengangkut ternak sapi. Fokus kami adalah memastikan semua kendaraan terakomodasi dengan baik di area parkir yang telah disediakan,” ujar Iptu Imran dalam keterangannya.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa jumlah antrean truk bermuatan sapi yang saat ini terparkir di RTK Pelabuhan Gilimas PT Pelindo Lembar tercatat sebanyak 33 unit truk. Iptu Imran juga menambahkan bahwa untuk jalur lalu lintas Segenter menuju Gili Mas terpantau nihil antrean, sehingga mobilitas masyarakat umum tidak terganggu oleh keberadaan truk-truk pengangkut ternak tersebut.
Data Pengiriman Sapi Menuju Tanjung Wangi
Sejak akhir Maret 2026, arus pengiriman sapi dari Nusa Tenggara Barat menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, terus mengalir dengan volume yang cukup signifikan. Hingga saat ini, data kepolisian mencatat sebanyak 630 unit kendaraan Truk Tronton dan 1 unit kendaraan jenis Pickup telah diberangkatkan melalui Pelabuhan Gilimas PT Pelindo Lembar.
Operasional pengiriman ini didukung oleh armada kapal yang beroperasi secara terjadwal. Iptu Imran merinci bahwa pergerakan pengiriman dimulai secara masif sejak 25 Maret 2026, di mana Kapal ALP Mutiara Ferindo 2 mengawali dengan memuat 11 unit truk. Seiring berjalannya waktu, frekuensi pengiriman meningkat dengan keterlibatan beberapa kapal besar lainnya seperti KM Mutiara Barat dan KM Mutiara Sentosa III.
“Kami mencatat pergerakan yang sangat dinamis setiap harinya. Sebagai contoh, pada tanggal 11 April saja, KM Mutiara Sentosa 3 mengangkut sebanyak 47 unit truk, dan puncaknya pada tanggal 14 serta 20 April, masing-masing tercatat sebanyak 51 unit truk yang berhasil diberangkatkan dalam satu kali pengapalan,” jelas Iptu Imran mendetailkan data logistik tersebut.
Konsistensi Pelayanan dan Keamanan Logistik Ternak
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat hampir setiap hari terjadi pemuatan ternak di Pelabuhan Gilimas. Pada periode 14 hingga 21 April 2026, pengiriman menunjukkan angka yang cukup tinggi. Tercatat pada tanggal 21 April ini, KM Mutiara Barat kembali melakukan pemuatan sebanyak 17 unit truk sapi untuk diseberangkan ke Jawa Timur.
Kepolisian menekankan pentingnya sinkronisasi antara operator pelabuhan, pemilik ternak, dan jasa ekspedisi guna menjaga ritme pengiriman agar tidak terjadi stagnasi. Kehadiran personel Polri di lokasi tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga untuk memfasilitasi komunikasi jika terdapat kendala teknis di lapangan.
“Upaya monitoring ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Tujuannya jelas, yakni memberikan rasa aman bagi para pengemudi truk dan memastikan komoditas ternak asal NTB dapat sampai ke daerah tujuan tepat waktu dengan proses penyeberangan yang efisien,” tutup Iptu Imran.
Dengan koordinasi yang baik antara otoritas pelabuhan dan aparat keamanan, diharapkan ekosistem pengiriman ternak di Pelabuhan Lembar tetap berjalan lancar, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui distribusi ternak yang terjaga dengan baik.











