Binkam

Ratusan Gram Narkoba Disita, Operasi Antik Rinjani 2025 Tutup Tahun dengan 112 Kasus

×

Ratusan Gram Narkoba Disita, Operasi Antik Rinjani 2025 Tutup Tahun dengan 112 Kasus

Sebarkan artikel ini

 

ntb.ceria.web.id/tag/mataram/”>Mataram— Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), resmi menuntaskan Operasi Kepolisian Kewilayahan Antik Rinjani 2025 yang digelar selama dua pekan, mulai 1 hingga 14 Desember 2025. Hasilnya, ratusan kasus berhasil dibongkar dengan ratusan tersangka diamankan.

Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj, S.I.K., M.H., Senin (15/12/2025), menjelaskan jika operasi dimulai sejak 1 Desember 2025 pukul 00.00 Wita dan berakhir pada 14 Desember 2025 pukul 00.00 Wita.

“Operasi Antik Rinjani 2025 telah kita laksanakan selama 14 hari. Dari target yang ditetapkan, seluruhnya berhasil diungkap,” ujar Kombes Roman.

Dalam operasi tersebut, lanjutnya, Polda NTB menetapkan 28 target operasi (TO) yang terdiri dari target Direktorat Resnarkoba Polda NTB dan polres jajaran. Seluruh target tersebut berhasil diungkap.

Tak hanya itu, petugas juga mengungkap 84 kasus non-target operasi, sehingga total pengungkapan selama Operasi Antik Rinjani 2025 mencapai 112 kasus.

“Target operasi ada 28 dan semuanya terungkap. Ditambah non-target operasi sebanyak 84 kasus, sehingga total pengungkapan 112 kasus dengan jumlah tersangka 165 orang,” jelasnya.

Dari ratusan kasus tersebut, polisi mengamankan berbagai jenis barang bukti narkotika, di antaranya sabu sebanyak 815,444 gram, kokain 4,52 gram, ganja 609,77 gram, hasis 2,69 gram, ekstasi 66 butir, MDMA 2,82 gram, dan mushroom sebanyak 449,76 gram.

Selain narkotika, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp64.289.000, yang diduga berkaitan dengan peredaran gelap narkoba.

Kombes Roman juga memaparkan perbandingan hasil Operasi Antik Rinjani tahun 2024 dan 2025. Pada tahun 2024, tercatat 115 kasus dengan 151 tersangka, sementara tahun 2025 terdapat 112 kasus dengan 165 tersangka.

“Secara jumlah kasus memang turun tiga kasus, namun jumlah tersangka justru meningkat. Ini menunjukkan masih adanya peredaran narkoba yang kita tindak tegas,” ungkapnya.

Untuk barang bukti sabu, terjadi peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Namun, nilai uang tunai yang disita justru menurun dari Rp115 juta pada 2024, menjadi Rp64 juta pada 2025.

Selain pengungkapan kasus narkotika, Operasi Antik Rinjani 2025 juga diisi dengan razia tempat hiburan malam (THM) dan lokasi rawan lainnya. Total 60 kegiatan razia dilakukan di berbagai wilayah NTB.

Hasilnya, polisi mengamankan 9 orang tersangka miras, serta menyita 752 botol minuman keras dari sejumlah lokasi hiburan malam.

Kombes Roman menegaskan jika penurunan atau kenaikan angka, bukan menjadi tolok ukur utama. Menurutnya, peredaran gelap narkoba masih ada dan akan terus dilawan dengan berbagai upaya penegakan hukum.

“Ini tantangan yang sama setiap tahun. Peredaran narkoba masih ada, tapi kita buktikan dengan kinerja bahwa penindakan terus berjalan. Operasi ini menjadi bukti komitmen Polda NTB dalam memerangi narkoba,” tandasnya.

Sementara Kabid Humas Polda NTB melalui Kasubbid PID Kompol R. Djoko A., mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif, dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Peran serta masyarakat sangat penting, untuk memutus mata rantai narkoba,” ucap Kompol Raden Djoko A.

Ia menegaskan, Polda NTB menjamin setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional serta identitas pelapor dilindungi.

“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Dibutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah, agar generasi muda NTB bisa terselamatkan dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya Polsek Hu’u, BRIPKA Ismail, yang melaksanakan pemantauan hasil panen jagung milik warga binaannya di Soo Mada Rangga, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.10 WITA tersebut menyasar hasil panen jagung milik Imran yang sedang dijemur guna mencapai kadar air sesuai standar yang ditetapkan oleh gudang penyaluran jagung. Proses penjemuran dilakukan untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus mencegah timbulnya jamur akibat pengaruh suhu dan kondisi cuaca yang dapat menurunkan mutu jagung. Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Ismail memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani agar terus memperhatikan kualitas hasil panen sebelum dipasarkan. Ia juga mengimbau warga binaannya untuk selalu berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menghadapi kendala dalam sektor pertanian sehingga dapat diteruskan kepada instansi terkait guna mendapatkan solusi yang tepat. “Kami berharap para petani tidak ragu untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu masyarakat, termasuk dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian,” ujar BRIPKA Ismail. Kapolsek Hu’u, IPTU Ade Helmi, S.H., menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah maupun instansi terkait, termasuk dalam mendukung program ketahanan pangan. “Bhabinkamtibmas diharapkan terus aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani, mulai dari proses tanam, perawatan hingga pascapanen. Kami juga mengimbau agar hasil pertanian yang telah memenuhi standar kualitas dapat disalurkan ke gudang Bulog guna mendukung ketersediaan cadangan pangan nasional,” ungkap IPTU Ade Helmi. Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika mengapresiasi langkah personel Bhabinkamtibmas yang terus hadir memberikan pendampingan kepada masyarakat. “Kegiatan pemantauan dan pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran anggota di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu memastikan hasil pertanian masyarakat memiliki kualitas yang baik serta bernilai ekonomi tinggi. Kami berharap sinergi ini dapat terus memperkuat kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar IPTU Nyoman. Melalui kegiatan tersebut, Polres Dompu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Binkam

Komitmen Polri dalam mendukung program