Binkam

Sinergi Polri dan Petani, Polsek Gerung Distribusikan Tonase Jagung Pipilan ke Gudang Bulog Gelogor

×

Sinergi Polri dan Petani, Polsek Gerung Distribusikan Tonase Jagung Pipilan ke Gudang Bulog Gelogor

Sebarkan artikel ini
Sinergi Polri dan Petani, Polsek Gerung Distribusikan Tonase Jagung Pipilan ke Gudang Bulog Gelogor

ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>LOMBOK BARATKepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal stabilitas pangan di tingkat daerah. Melalui Polsek Gerung, personel kepolisian aktif mendampingi para petani dalam proses distribusi komoditas jagung pipilan menuju Gudang Bulog Gelogor, kediri/”>Kecamatan Kediri. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi Program Polri dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin sore, 6 April 2026, tersebut menjadi bukti sinergitas antara aparat penegak hukum dan sektor pertanian guna memastikan rantai pasok pangan tetap terjaga. Pendistribusian ini tidak hanya soal pengangkutan logistik, tetapi juga memastikan hasil bumi petani terserap oleh lembaga resmi negara dengan harga yang adil dan kompetitif.

Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Proses distribusi yang dimulai sekitar pukul 16.52 WITA ini melibatkan pengawalan ketat dari jajaran Bhabinkamtibmas Desa Beleka. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memfasilitasi penjualan jagung pipilan milik petani lokal agar dapat masuk ke cadangan pangan pemerintah melalui Perum Bulog NTB. Dalam pelaksanaannya, Polri berperan sebagai jembatan yang memastikan standar kualitas hasil panen memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Bulog.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah petani bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi pelaku usaha tani.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan ini berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Pendistribusian komoditas jagung dari tingkat petani menuju Gudang Bulog ini adalah upaya konkret Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat guna menjaga ketersediaan pangan di wilayah NTB, khususnya Lombok Barat,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat memantau jalannya distribusi.

Standar Kualitas Tinggi dan Harga Sesuai Ketentuan Pemerintah

Kualitas komoditas menjadi perhatian utama dalam distribusi kali ini. Sebelum jagung diturunkan di gudang penyimpanan, serangkaian uji laboratorium sederhana dilakukan untuk mengecek kadar air. Di gudang milik Sdr. Haji Burhanuddin, hasil pengecekan menunjukkan angka kadar air sebesar 12,0%, sebuah indikator yang sangat baik bagi jagung pipilan kering.

Salah satu petani, Ahmad Pahrurozi, menyatakan kesiapannya mendukung program ini dengan menyuplai jagung berkualitas tinggi. Dari gudang miliknya, dilakukan distribusi sebesar 1.000 kg (1 ton) untuk mendukung alokasi Polsek Gerung dan 2.000 kg (2 ton) untuk Satuan Reskrim Polres Lombok Barat. Dengan harga beli yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.400 per kilogram, kerja sama ini dinilai sangat menguntungkan bagi para petani lokal.

“Petani kita, seperti Bapak Rozi, sangat kooperatif. Jagung yang dikirim telah memenuhi standar kualitas Bulog dengan rata-rata berat per karung mencapai 70,8 kg. Kepastian harga di angka Rp6.400 ini tentu memberikan angin segar bagi petani agar mereka terus produktif,” tambah AKP Lale Dewi Lungit.

Pengawalan Distribusi Hingga Masuk ke Gudang Bulog

Proses pengangkutan menggunakan kendaraan jenis Colt dengan nomor polisi DR 8283 DK tersebut dikawal langsung dari gudang penyimpanan awal hingga mencapai titik akhir di Gudang Bulog Gelogor. Setibanya di lokasi, pihak Gudang Bulog Dasan Cermen kembali melakukan validasi akhir dengan hasil pengecekan kadar air pada angka 12,7%, yang tetap berada dalam ambang batas toleransi kualitas terbaik.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 17.20 WITA ini berlangsung dengan tertib tanpa kendala berarti. Keberhasilan distribusi ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi desa-desa lain di wilayah hukum Polres Lombok Barat untuk mengoptimalkan potensi pertanian mereka.

Program kerja sama dengan Perum Bulog Mataram ini tidak hanya berfokus pada penyediaan komoditas strategis, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang stabil di pedesaan. Dengan adanya jaminan serapan pasar melalui Bulog, para petani di Lombok Barat kini memiliki kepastian bahwa hasil kerja keras mereka akan dihargai sesuai standar nasional, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia dari daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *