Binkam

kapolres ksb melepas purna tugas kompol M. santoso

×

kapolres ksb melepas purna tugas kompol M. santoso

Sebarkan artikel ini

Sumbawa ntb.ceria.web.id/tag/barat/”>Barat — Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti halaman Mapolres Sumbawa Barat saat digelarnya upacara pelepasan purna tugas Kompol Santoso, yang telah berhasil menuntaskan pengabdiannya di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., dan diikuti oleh jajaran pejabat utama, personel, serta Bhayangkari. Kamis,(02/03/2026)

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan tradisi pedang pora sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada perwira yang memasuki masa purna tugas. Barisan pedang pora yang berjajar rapi menjadi simbol penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian Kompol Santoso selama bertugas.

Dalam sambutannya, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kompol Santoso selama bertugas.

“Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang berbeda di tengah masyarakat. Kami atas nama keluarga besar Polres Sumbawa Barat mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama ini,” ujar Kapolres.

Ia juga menambahkan bahwa sosok Kompol Santoso merupakan teladan bagi anggota, baik dalam kedisiplinan, integritas, maupun komitmen dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kompol Santoso menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Sumbawa Barat atas kebersamaan dan dukungan selama dirinya bertugas.

“Saya merasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Polres Sumbawa Barat. Banyak kenangan, pengalaman, dan pelajaran berharga yang saya dapatkan selama berdinas. Saya berharap silaturahmi ini tetap terjalin, meskipun saya telah memasuki masa purna tugas,” ungkapnya dengan penuh haru.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pedang pora, di mana Kompol Santoso bersama istri berjalan melewati barisan personel yang mengangkat pedang sebagai simbol penghormatan terakhir. Momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna, dan doa dari seluruh peserta upacara.

Pelepasan purna tugas ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan institusi, tetapi juga wujud penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian seorang anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai Pelindung , Pengayom, Pelayan dan Penegak Hukum di tengah Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *