Binkam

Polres Lombok Barat Dampingi Petani Banyu Urip Wujudkan Swasembada Pangan

×

Polres Lombok Barat Dampingi Petani Banyu Urip Wujudkan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Aksi Humanis Bhabinkamtibmas Gerung Bantu Petani Optimalkan Lahan Jagung

ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor Lombok Barat terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Melalui aksi humanis di tingkat akar rumput, personel Bhabinkamtibmas Desa Banyu Urip melakukan kegiatan sambang silaturahmi sekaligus pendampingan intensif kepada para petani di Dusun Peturunan Puntik, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu (11/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawalan kedaulatan pangan dari level desa, guna memastikan produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global. Kehadiran Polri di tengah sawah dan perkebunan warga bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memberikan motivasi serta arahan teknis agar lahan yang dimiliki masyarakat dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Sinergi Polri dan Petani dalam Mengoptimalkan Potensi Lahan

Dalam kegiatan tersebut, personel Bhabinkamtibmas terjun langsung ke area perkebunan jagung yang sedang dalam masa pertumbuhan. Petugas tidak hanya memantau, tetapi juga ikut membantu proses pemeliharaan tanaman menggunakan alat pertanian tradisional. Aksi ini menunjukkan kedekatan emosional antara aparat penegak hukum dengan masyarakat binaannya, sehingga pesan-pesan mengenai ketahanan pangan dapat tersampaikan dengan lebih efektif.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Polri untuk memastikan masyarakat mampu mandiri secara pangan. Menurutnya, pendampingan kepada petani sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang dimiliki warga bisa memberikan manfaat maksimal. Personel Bhabinkamtibmas kami arahkan untuk menjadi mitra bagi petani, memberikan dorongan moril, serta membantu mencari solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat memberikan keterangan resmi terkait kegiatan tersebut.

Solusi Kreatif Pemanfaatan Lahan Terbatas Melalui Media Polibag

Selain memberikan pendampingan pada komoditas utama seperti jagung, personel Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan lahan sempit di sekitar tempat tinggal. Warga didorong untuk memaksimalkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai jenis tanaman palawija dan sayursayuran. Penggunaan media polibag disarankan sebagai solusi praktis bagi warga yang tidak memiliki area perkebunan yang luas.

Strategi ini dinilai sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga secara mandiri. Dengan menanam cabai, terong, dan sayuran hijau di rumah, masyarakat dapat menghemat pengeluaran sekaligus memastikan asupan gizi keluarga tetap terpenuhi dengan bahan pangan segar tanpa pestisida berlebih.

“Kami menyarankan masyarakat untuk tidak membiarkan lahan pekarangan kosong. Dengan polibag, kita bisa menanam cabai atau sayuran yang hasilnya bisa langsung dinikmati keluarga. Ini adalah langkah kecil yang jika dilakukan serentak akan berdampak besar pada ketahanan pangan desa,” tambah AKP Lale Dewi Lungit Tanauran.

Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi dan Pemberian Benih Unggul

Masalah pupuk seringkali menjadi kendala utama bagi para petani. Oleh karena itu, dalam kunjungan tersebut, pihak Kepolisian juga melakukan pemantauan terhadap pengelolaan dan distribusi subsidi/”>pupuk subsidi di wilayah Desa Banyu Urip. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan nutrisi bagi tanaman warga tetap aman dan tepat sasaran, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produktivitas petani, petugas Bhabinkamtibmas juga menyerahkan bantuan berupa paket benih jagung unggul kepada warga yang dikunjungi. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi para petani untuk lebih bersemangat dalam mengelola lahan mereka. Benih unggul dipilih agar hasil panen nantinya memiliki kualitas yang baik dan nilai jual yang kompetitif di pasar.

Melalui interaksi yang humanis dan berkelanjutan ini, diharapkan masyarakat Desa Banyu Urip dapat terus konsisten dalam mengelola potensi pertanian mereka. Upaya kolaboratif antara Polri dan warga ini menjadi cerminan bahwa swasembada pangan nasional dapat diwujudkan mulai dari kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan desa. Dengan terjaganya produktivitas pertanian, stabilitas ekonomi masyarakat diharapkan akan semakin kuat di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *