ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus berkomitmen dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan yang lebih proaktif dan humanis. Sebagai bagian dari upaya preventif terhadap potensi tindak kriminalitas, Personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli dialogis yang menyasar pemukiman penduduk dan pusat aktivitas warga di Desa Bajur, labuapi/”>Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026, sekitar pukul 12.29 WITA ini, bukan sekadar rutin/”>patroli rutin biasa. Selain memantau situasi di lapangan, petugas juga fokus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan dini serta memperkenalkan inovasi layanan kepolisian terbaru yang dirancang untuk mempercepat respon terhadap laporan darurat.
Pendekatan Preventif Melalui Patroli Dialogis di Desa Bajur
Langkah preventif yang diambil oleh Sat Samapta Polres Lombok Barat ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, terutama tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan tercipta rasa aman dan nyaman bagi warga yang sedang beraktivitas maupun yang berada di kediaman masing-masing.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa komunikasi dua arah antara petugas dan warga adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat berharga dalam memetakan potensi kerawanan yang ada di setiap desa.
“Kami mengedepankan komunikasi dialogis dengan masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, personel memberikan pesan-pesan kamtibmas agar warga senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan mereka masing-masing,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam pernyataan resminya terkait kegiatan di Desa Bajur tersebut.
Mengenal Inovasi KEMOS: Kecepatan Melayani SOS Melalui Call Center 110
Salah satu agenda utama dalam patroli kali ini adalah sosialisasi inovasi unggulan Sat Samapta Polres Lombok Barat yang dikenal dengan nama KEMOS atau Kecepatan Melayani SOS. Inovasi ini merupakan bentuk transformasi pelayanan publik yang mengintegrasikan teknologi informasi dengan kesiapsiagaan personel di lapangan untuk memberikan bantuan darurat secara instan.
Masyarakat diedukasi untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengalami atau melihat situasi darurat yang membutuhkan kehadiran Polri dengan segera. Layanan ini dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan konvensional sehingga bantuan dapat tiba di lokasi kejadian dalam waktu yang lebih singkat.
Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa KEMOS hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang tengah mengalami musibah atau situasi mendesak. Layanan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang bersifat urgent dan transparan kepada publik.
“Kami mensosialisasikan inovasi KEMOS Sat Samapta Polres Lombok Barat dengan pemanfaatan Call Center 110. Ini adalah bentuk pelayanan yang bersifat mendesak kepada masyarakat yang mengalami musibah atau membutuhkan bantuan polisi segera. Harapannya, tidak ada lagi keraguan di masyarakat untuk melapor jika terjadi gangguan keamanan,” tambah Iptu Eko Nugroho.
Komitmen Pelayanan Prima dan Kondusivitas Wilayah
Pelaksanaan patroli di wilayah Kecamatan Labuapi ini terpantau berjalan dengan aman, tertib, lancar/”>dan lancar. Respon masyarakat Desa Bajur terhadap kehadiran personel kepolisian dan pengenalan inovasi KEMOS disambut dengan positif. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya nomor darurat 110 yang mudah diingat dan dapat diakses kapan saja.
Pihak Polres Lombok Barat mengimbau agar masyarakat tidak menyalahgunakan layanan 110 dengan laporan palsu (prank call), karena sistem tersebut akan memprioritaskan kejadian-kejadian yang benar-benar membutuhkan penanganan darurat. Dengan adanya sinergi antara kepolisian dan warga melalui inovasi teknologi dan patroli rutin, diharapkan angka kriminalitas di Kabupaten Lombok Barat dapat ditekan secara signifikan.
Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkesinambungan di berbagai wilayah hukum Polres Lombok Barat guna memastikan seluruh lapisan masyarakat teredukasi mengenai prosedur keselamatan dan layanan kepolisian yang tersedia.











