ntb.ceria.web.id/tag/lombok/”>Lombok Barat, NTB – Keamanan di gerbang masuk Pulau Lombok melalui jalur laut terus ditingkatkan guna mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang maupun potensi gangguan ketertiban/”>keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pada Selasa malam, 10 Maret 2026, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar melakukan pengamanan dan pemeriksaan ketat terhadap bongkaran muatan KMP Salindo Mutiara I yang sandar di Dermaga I ASDP Lembar.
Langkah preventif ini merupakan bagian dari prosedur tetap (Protap) kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Lombok Barat, khususnya di titik-titik vital transportasi antarpulau. Pemeriksaan yang dimulai pada pukul 22.40 WITA tersebut menyasar seluruh elemen muatan, mulai dari identitas penumpang hingga kelengkapan dokumen kendaraan bermotor.
Sinergitas Pengamanan di Dermaga I ASDP Lembar
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa pemeriksaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya deteksi dini. Pengawasan difokuskan pada kapal yang datang dari Pelabuhan Padangbai, Bali, mengingat mobilitas orang dan barang di jalur tersebut tergolong tinggi pada malam hari.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap kendaraan dan orang yang menginjakkan kaki di Pulau Lombok melalui Pelabuhan Lembar telah melalui proses pemeriksaan yang sesuai prosedur. Hal ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat luas,” ujar Iptu Imran saat memimpin langsung jalannya kegiatan di lapangan.
Kegiatan pengamanan ini melibatkan personel yang bersiaga di area ramp door kapal saat proses bongkaran dimulai. Petugas secara selektif dan humanis mengarahkan pengendara serta penumpang untuk menjalani pemeriksaan tanpa mengganggu arus lalu lintas pelabuhan secara signifikan.
Detail Pemeriksaan Penumpang dan Kendaraan
Berdasarkan data manifest yang diterima, KMP Salindo Mutiara I membawa muatan yang cukup signifikan pada pelayaran kali ini. Tercatat sebanyak 134 penumpang dewasa berada di atas kapal. Selain itu, komposisi kendaraan didominasi oleh golongan II atau kendaraan roda dua sebanyak 79 unit. Terdapat pula beberapa unit kendaraan roda empat pribadi (golongan IV.A) sebanyak 7 unit, kendaraan barang (IV.B) 4 unit, serta kendaraan besar golongan VI hingga VII yang totalnya mencapai belasan unit.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas meliputi pengecekan surat-surat kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain administrasi kendaraan, perhatian utama petugas juga tertuju pada barang bawaan penumpang dan isi muatan truk maupun kendaraan pribadi.
“Fokus utama kami adalah mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal. Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan guna mendeteksi keberadaan senjata tajam (sajam), bahan peledak (handak), narkotika, maupun barang berbahaya lainnya yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah,” tambah Iptu Imran memperjelas teknis di lapangan.
Kondusivitas Wilayah Menjadi Prioritas Utama
Proses bongkaran muatan KMP Salindo Mutiara I berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Tepat pada pukul 23.10 WITA, seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan selesai seiring dengan kosongnya geladak kapal. Berdasarkan laporan hasil kegiatan, tidak ditemukan adanya barang mencurigakan maupun pelanggaran hukum yang menonjol selama proses berlangsung.
Kegiatan yang dimonitoring dan dikendalikan langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar ini berakhir dalam situasi yang aman dan terkendali. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pelabuhan pada jam-jam rawan malam hari terbukti efektif dalam meminimalisir niat jahat dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ke depannya, Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar bersama instansi terkait akan terus memperkuat pengawasan di seluruh dermaga, baik Dermaga ASDP maupun dermaga lainnya. Upaya ini dilakukan demi memastikan Pelabuhan Lembar tetap menjadi pintu masuk yang bersih dari peredaran barang ilegal serta menjamin kenyamanan bagi para pengguna jasa penyeberangan yang menuju wilayah Nusa Tenggara Barat.











