Direktur Reserse ntb.ceria.web.id/tag/kriminal/”>Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Kombes Pol Syarif Hidayat, S.I.K., M.H. menyampaikan terkait adanya dugaan teror penipuan yang mengatasnamakan Polda NTB mengharapkan para korban untuk membuat pengaduan terlebih dahulu sebagai dasar penyelidikan.
Dirreskrimum mengatakan, kasus tersebut bisa saja ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) namun kita pelajari dulu dari laporan yang diadukan nanti dianalisis apakah masuk Ditreskrimum atau Ditreskrimsus.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan menjadi korban teror penipuan yang mengatasnamakan Polda NTB. Para pelaku diduga menggunakan modus baru dengan berpura-pura memeriksa data pribadi korban terkait kasus penggelapan uang, untuk kemudian meminta informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email, dan nomor telepon.
Salah seorang mahasiswa melaporkan kejadian tersebut melalui pesan, menyebut bahwa dirinya dan beberapa rekannya menerima panggilan telepon dari nomor berbeda yang mengaku sebagai pihak kepolisian. Dalam percakapan itu, pelaku menuduh data korban digunakan dalam kasus kejahatan, lalu meminta verifikasi data pribadi.
“menurut informasi yang kita dapat, data para korban tersebut dipakai orang lain untuk penggelapan uang, padahal tujuannya minta NIK dan data pribadi. pelaku juga mengancam akan menyebarkan data seperti email dan nomor telepon,” ungkap Dirreskrimum.
Teror tersebut menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa karena para pelaku menggunakan berbagai nomor telepon yang berbeda setiap kali menghubungi korban. Beberapa di antara korban bahkan mengaku memiliki bukti panggilan serta rekaman percakapan dengan para pelaku.
Terkait kasus ini Kepolisian akan menindaklanjutinya dan menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi jika menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal untuk menghidari menjadi korban penipuan dan diharapkan agar masyarakat tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya.











